Kelompok
polisakarida terbesar setelah selulosa dan salah satu komponen terbesar
penyusun struktur dinding sel sekitar 20-40% dari berat kering tanaman ialah
xilan. Xilan termasuk jenis hemiselulosa yang memiliki struktur bervariasi pada
berbagai tumbuhan [13]. Secara umum kerangka dasar dari xilan ialah residu
1,4-D-xilopiranosil yang rantai sampingnya tersubstitusi dengan gugus asetil,
4-O-metil-D-glukuronosil dan α-arabinofuranosil [14]. Karbohidrat terbanyak di
alam salah satunya ialah xilan. Hidrolisa lengkap xilan menjadi monomernya
memerlukan kerja sinergi beberapa enzim xilanolitik. Pada temperatur 180˚C
xilan sendiri masih cukup stabil, selain itu xilan mampu larut dalam pelarut
polar karena memiliki derajat polimerasi yang rendah (30-100) [15].
Xilan dapat diektraksi dari tonggol
jagung maupun klobot jagung. Prosesnya ialah baik tonggol jagung atapun klobot
jagung dibuat menjadi serbuk halus berukuran 150 mesh. Kemudian direndam dalam
NaOCl selama 5 jam pada temperatur ruang. Kemudian ditambahkan aquades,
dilakukan sentrifugasi dengan kecepatan 4000 rpm selama 30 menit, lignin yang
diperoleh dikeringkan selama 24 jam pada temperatur 35˚C. Selanjutnya direndam
di NaOH 10% selama 24 jam pada temperatur ruang, disentrifus kembali dengan
kecepatan 4000 rpm selama 30 menit dan supernatan yang diperoleh dinetralkan
dengan HCl 6N. Supernatan disentrifus dengan kecepatan 4000 rpm selama 30
menit, direndam dengan etanol 95%, disentrifus kembali dengan kecepatan 4000
rpm selama 30 menit dan hasil yang diperoleh disebut xylan [43]. Berikut ini merupakan struktur dari xilan [16]:

Gambar 2.1 Struktur Molekul
Xilan






0 komentar:
Posting Komentar