APAPUN ADA DI SINI

ABIEEZZZ TDUWWRRR QOUWWHH TYYUUUZZSSHH MNNDDDIIIEEEHH TDAKQ YUPA MNGGOZZSSSOOKKQQ GIEYGIEYH

SALJU

DAUN

kursor

RSS
Home » Latar Belakang

Latar Belakang

Enzim merupakan suatu senyawa katalis pada reaksi kimia dalam sistem biologis yang memiliki kemampuan untuk mempercepat reaksi biologis dari reaksi yang sederhana sehingga terjadi reaksi yang kompleks [1]. Selain itu, enzim mampu mempercepat suatu reaksi hinga 108-1011 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan reaksi non katalis dan dapat mempercepat reaksi tanpa mengubah keseimbangan reaksi [2]. Enzim xilanase merupakan enzim yang memiliki sifat induktif. Hal ini disebabkan enzim xilanase membutuhkan substrat sebagai induser dalam media pertumbuhan untuk menginduksi biosintesis enzim dari mikroorganisme. Kandungan xilan yang tinggi menjadi syarat subtrat yang digunakan dalam produksi xilanase [13]. Klobot jagung mampu menjadi suatu induser dalam media pertumbuhan untuk menginduksi biosintesis enzim dari mikroorganisme. Sehingga pada penelitian kali ini digunakan tepung dari klobot jagung sebagai induser.
Trichoderma viride dikenal sebagai penghasil enzim endo-1,4-β-xilanase yang dapat mendegradasi polimer polisakarida kompleks seperti xilan [11]. Pemanfaatan kapang Trichoderma viride untuk menghasilkan xilanase memiliki kelebihan dibanding kapang lainnya, diantaranya adalah mampu tumbuh lebih cepat di berbagai substrat, mudah berkembang biak, mampu berkembang biak pada pH asam (3.5-6.5) dan tidak menimbulkan residu kimia [9]. Trichoderma viride sendiri mampu menghasilkan xilanase pada temperatur tumbuh 25-30˚C, temperatur optimum 50-60˚C, pH berkisar 3.5-6.5 dan berat molekul sebesar 1.8-32.0 kDa [18].
Aktivitas enzim dipengaruhi beberapa faktor diantaranya konsentrasi substrat, aktivator dan inhibitor, konsentrasi enzim, temperatur, dan pH. Pengukuran aktivitas untuk enzim xilanase dapat dilakukan dengan mengukur jumlah produk (xilosa) yang terbentuk menggunakan metode spektrofotmetri dengan menggunakan reagen DNS dan diukur absorbansinya dengan spektrofotometer [25]. Amobilisasi enzim merupakan proses penahanan pergerakan molekul enzim pada tempat tertentu dalam suatu ruang reaksi kimia yang dikatalisnya [26]. Tujuan dilakukannya amobilisasi enzim adalah menambah daya tahan enzim terhadap lingkungan seperti pelarut, pH, temperatur dan penggunaan kembali enzim tersebut secara kontinu [28]. Selain itu amobilisasi enzim juga meningkatkan stabilitas enzim xilanase karena jenis enzim xilanase tidak stabil terhadap lingkungan [23]. Enzim amobil memiliki kelebihan daripada enzim bebas, diantaranya adalah mudah dipindahkan dari campuran reaksi dan bisa digunakan secara berulang kali [31]. Sehingga perlu dilakukan pengamatan dan penelitian karena memiliki banyak manfaat dalam bidang industri, makanan, sains, dan lain-lain.
Zeolit terdiri dari oksida rangkap Al2O3, Si2O, Fe2O3, CaO dan MgO yang biasanya ditemui di batuan sedimen [36]. Zeolit memiliki sifat-sifat istimewa diantaranya selektif permukaan, penukar ion, pengayak molekul, stabil terhadap panas dan mudah dimodifikasi sehingga banyak digunakan dalam industri sebagai katalis, ion exchange dan adsorben dalam pengolahan limbah [39]. Ca-alginat merupakan salah satu matriks yang dapat digunakan sebagai media penjebakan dengan memanfaatkan metoda melokalisasi enzim dalam kisi matriks atau mikrokapsul, namun enzim tetap mampu mempertahankan kemampuan untuk menerima substrat. Penggunaan Ca-alginat sebagai matriks memiliki kelebihan mampu membentuk gel yang kokoh, tidak beracun dan pengerjaannya bisa dikerjakan pada temperatur ruang [41]. Penggunaan matriks dengan menggabungkan zeolit dan ca-alginat akan lebih menguntungkan jika ditinjau dari kelebihan zeolit dan ca-alginat. Dengan demikian penelitian ini bisa dilakukan dalam skala laboratorium perkuliahan.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa enzim xilanase amobil pada matriks zeolit teraktivasi asam diperoleh kondisi optimum pada pH 6, temperatur 50˚C dan waktu inkubasi 45 menit [45]. Peneliti [47] telah melakukan karakterisasi xilanase amobil pada matriks Ca-alginat kitosan dan diperoleh hasil kondisi optimum aktivitas enzim xilanase amobil dicapai pada pH 6, temperatur 70˚C dan waktu inkubasi 60 menit dengan aktivitas enzim sebesar 10,981 µg.g-1.menit-1. Sedangkan enzim xilanase amobil pada matriks zeolit Ca-alginat diperoleh konsentrasi xilanase optimum sebesar 3,5 mg/mL dengan aktivitas enzim sebesar 28,02 µg.mg-1.menit-1 dengan jumlah xilanase teramobil sebesar 16,68 mg dan konsentrasi alginat optimum diperoleh pada konsentrasi 3% (w/v) dengan aktivitas enzim sebesar 11,33 µg.mg-1menit-1 dengan jumlah xilanase teramobil sebesar 15,91 mg serta diperoleh aktivitas xilanase bebas sebesar 12,668                 µg.g-1.menit-1 dengan kadar protein awal sebesar 6,252 mg/mL [46].
Terdapat suatu penelitian di Cina Utara. Penelitian tersebut berupaya untuk melakukan percobaan inkubasi menggunakan tanah alkalin dari Tianjin yang bertujuan untuk mengevaluasi efek supresi dari pupuk hayati Trichoderma viride pada volatisasi Amonia (NH3) dan membandingkan perbedaan struktur komunitas di antara seluruh sampelnya. Ternyata, hasilnya adalah pupuk hayati Trichodrema Viride yang layak menurunkan volatisasi Amonia (NH3) sebesar 42,21% dibandingkan dengan pupuk konvensional, seperti CK dan urea, sedangkan pupuk hayati T. viride yang tak layak  menurunkan volatisasi Amonia (NH3) sebesar 32,42%. Volatisasi Amonia (NH3) lebih tinggi pada perawatan CK dan pati ubi jalar selama periode puncak. Pupuk hayati Trichoderma viride juga meningkatkan transfer amonium dari tanah ke sorgum manis. Tidak hanya itu, berat kering tanaman meningkat secara signifikan jika menggunakan pupuk hayati Trichoderma viride  dibandingkan menggunakan pupuk CK. Pupuk hayati Trichoderma viride layak sebesar 91,23%. Sedangkan, pupuk hayati Trichoderma viride tak layak sebesar 61,08%. Terlebih lagi, pupuk hayati  Trichoderma viride dapat meningkatkan nitrifikasi dengan meningkatkan kelimpahan Amonium-Oxidizing-Archaea (AOA) dan Amonium-Oxidizing-Bacteria (AOB). Hasil pengurutan tinggi meenunjukkan bahwa struktur komunitas mikroba dan komposisi diubah secara signifikan oleh penerapan pupuk hayati Trichoderma viride. Dengan kata lain, penelitian tersebut menunjukkan potensi yang sangat besar dari pupuk hayati Trichoderma viride dalam mengurangi volatisasi Amonia (NH3) dari tanah alkalin  dan sekaligus meningkatkan pemanfaatan pupuk N oleh sorgum manis. [50]

Berdasarkan data tersebut,  penelitian ini akan dikembangkan dan dipelajari mengenai kondisi optimum dari enzim xilanase yang diamobilkan pada matriks zeolit Ca-alginat dari Trichoderma viride pada variasi pH, temperatur dan waktu inkubasi untuk dapat meningkatkan kesuburan tanah. Karakter dari enzim bebas dan amobil juga akan diketahui dari penelitian ini, oleh karena itu akan diperoleh pergesaran pH, temperatur dan waktu inkubasi antara enzim bebas dan enzim amobil. Sehingga pada penelitiaan ini diharapkan memiliki kelebihan dibandingkan penelitian sebelumnya baik dari karakter maupun aktivitasnya.  Amobilisasi enzim dilakukan pada kondisi optimum yang diperoleh dari penelitian [46]. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar