APAPUN ADA DI SINI

ABIEEZZZ TDUWWRRR QOUWWHH TYYUUUZZSSHH MNNDDDIIIEEEHH TDAKQ YUPA MNGGOZZSSSOOKKQQ GIEYGIEYH

SALJU

DAUN

kursor

RSS

Migrasi dan Urbanisasi



Urbanisasi merupakan suat dampak yang biasa ditemukan di suatu negara. Namun, hal tersebut dapat menjadi suatu hal yang berbahaya. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya pengangguran yang ada di kota. Urbanisasi itu sendiri merupakan salah satu istilah dari migrasi. Migrasi dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk. Migrasi terbagi menjadi dua, yaitu domestik/urbanisasi dan internasional. Terdapat suatu hal perbedaan yang membedakan antara migrasi domestik dan migrasi internasional. Hal tersebut adalah jarak yang ditempuh untuk berpindah. Migrasi domestik berpindah ke daerah lain, tetapi masih dalam negara tersebut. Sedangkan, migrasi internasional berarti perpindahan penduduk keluar negara asal (melewati batas teritori suatu negara).
    Urbanisasi memiliki suatu akar yang melatarbelakangi hal tersebut. Akar tersebut terbagi menjadi dua, yaitu berasal dari negara asal (push) dan negara tujuan (pull). Akar yang melatarbelakangi dari negara asal itu bermacam-macam, seperti ekonomi, kemananan, bencana alam/lingkungan, akses, dan fasilitas yang kurang memadai. Dalam hal ekonomi, penduduk asal merasa bahwa perekonomian dirinya itu kurang mencukupi bagi kehidupan sehari-harinya. Terlebih lagi, dia menganggap bahwa penghasilannya di negara asal itu kurang cukup untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari. Dalam hal keamanan, penduduk asal merasa kurang aman bertempat tinggal di negaranya. Banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut, seperti perang dan tingkat kriminalitas yang tinggi di negaranya. Dalam hal bencana alam/lingkungan, penduduk asal merasa bahwa lingkungannya benar-benar tidak dapat dijadikan tempat tinggal karena bencana alam atau kerusakan lingkungan sehingga mengharuskan penduduk asal tersebut pindah tempat (migrasi). Dalam hal akses dan fasilitas yang kurang memadai, penduduk asal merasa bahwa pelayanan negara masih kurang dalam pemenuhannya sehari-hari dalam berbagai aspek. Misalnya adalah akses air yang sulit dan pendidikan yang mahal.
    Sedangkan, akar yang melatarbelakangi dari negara tujuan itu berbeda dengan akar yang melatarbelakangi dari negara asal. Akar yang melatarbelakangi dari negara tujuan adalah ekonomi, politik, ikut suami, dan geografi. Dalam hal politik, penduduk akan melihat bahwa negara tujuan merupakan negara yang memiliki kehidupan poitik yang lebih baik daripada negaranya sendiri. Dalam hal ekonomi, penduduk akan melihat bahwa negara tujuan akan menjamin perekonomiannya menjadi lebih baik, entah gaji yang lebih tinggi daripada negara asal. Dalam hal ikut suami, penduduk asal telah dinikahi oleh salah seorang dari negara tujuan sehingga penduduk asal harus ikut hidup bersama di negara tujuan. Dalam hal geografi, penduduk asal melihat bahwa geografi yang ada di perkotaaan itu lebih baik daripada dari negara asal, seperti halnya tempat rekreasi ataupun fasilitas yang lebih lengkap daripada di negara asal.
    Indonesia memiliki tipe migrasi, yaitu tipe industrialisasi. Maksud dari tipe industrialisasi adalah hampir seluruh kegiatan di suatu negara itu terpusat di kota, seperti roda perekonomian dan politik. Maka tidak heran, kalau halnya para elit pemerintah Indonesia mengambil kebijakan yang bersifat urban bias. Urban bias dapat diartikan sebagai kebijakan yang diambil hanya terfokus kepada ranah kota saja. Contohnya adalah UMR. Terdapat peraturan yang menyatakan UMR buruh di setiap daerah. Namun, pemerintah kurang memikirkan UMR bagi para petani dan nelayan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pertumbuhan Penduduk yang Berlebihan


    Pertumbuhan penduduk sebenarnya dapat dijadikan sebagai suatu anugerah bagi sebagian orang, khususnya orang yang beragama islam. Hal tersebut memang telah disebutkan dalam sabda Nabi SAW yang kiranya menyatakan bahwa kebanggaanku (Nabi Muhammad SAW) dihadapan Allah SWT diantara para nabi yang lain adalah paling banyak umatnya. Namun, bagi sebagian orang pertumbuhan penduduk merupakan sebagai sesuatu hal yang benar-benar membahayakan bagi lingkungan sekitarnya. Hal tersebut dikarenakan sumber daya alam yang terbatas sehingga pertumbuhan penduduk dapat berubah menjadi ledakan penduduk.
    Terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi ledakan penduduk. Setidaknya, terdapat dua hal umum yang melatarbelakangi terjadinya ledakan penduduk. Hal tersebut adalah persoalan struktural dan budaya, dan kondisi di suatu negara. Persoalan struktural dan budaya di suatu negara berbeda antar sesama negara. Contohnya adalah orang yang beragama islam. Orang yang beragama islam, memang dianjurkan untuk memiliki banyak anak. Namun, hal tersebut berbeda dengan orang yang beragama kristen. Orang yang beragama kristen tidak ada dalil yang menganjurkan agar memiliki banyak anak. Kemudian, orang pedasaan memiliki semboyan "banyak anak, banyak rezeki". Hal tersebut yang melatarbelakangi orang yang berada di pedasaan itu memiliki anak yang banyak. Berbeda dengan orang yang berada di kota, orang yang berada di kota tidak terlalu memikirkan banyaknya anak.
    Dalam kondisi antar negara, kondisi di suatu akan berbeda dengan negara lain. Contohnya adalah pada zaman perang dunia. Pada saat perang dunia, orang eropa khawatir akan populasinya yang sedikit karena perang dunia. Kemudian, pemerintahpun memiliki program "New Medicine". Maksud dari "New Medicine" adalah warga negara di Eropa dianjurkan untuk menghasilkan anak lebih banyak. Pemerintah memfasilitasi itu semua dengan kesehatan yang memadai. Berbeda dengan negara yang berada di belahan bumi lainnya.
    Para peneliti mengemukakan bahwa terdapat suatu perbedaaan antara negara maju dan negara berkembang, khususnya dalam angka kehamilan. Ternyata terdapat alasan yang dapat menjelaskan hal tersebut. Hal tersebut adalah intervensi pemerintah dalam rumah tangga warga negaranya. Contohnya adalah Australia. Australia memiliki kebijakan, yaitu kalau ingin merencanakan pembuatan anak, setidaknya terdapat suatu hal yang harus dipenuhi bagi kedua orang tuanya. Seperti, satu rumah harus memiliki suatu kamar yang dipergunakan untuk kamar pribadi milik anaknya yang direncanakan akan dibuat. Kalau memang ingin membuat anak kembali, setidaknya kedua orang tuanya harus membangun satu kamar lagi untuk anak yang akan dibuat. Hal tersebut membuat kedua orang tua harus berpikir terlebih dahulu apabila ingin berencana memiliki anak sehingga angka kehamilanpun kecil di Australia. Berbeda dengan Indonesia, Indonesia masih belum memiliki kebijakan seperti layaknya Australia. Tidak hanya itu, negara majupun telah memahami sex education secara utuh. Tidak seperti negara berkembang, negara berkembang memahami sex education hanya sebagian. Warga negara maju hanya mempelajari sex education sampai ke ranah konsekuensi yang akan ditimbulkan. Namun, warga negara berkembang cenderung untuk mempelajari sex education belum sampai ranah konsekuensi.
    Pemerintahpun berusaha menangani ledakan penduduk. Namun, penanaganan dari pemerintah bersifat normatif. Padahal, dunia kurang dapat dianggap sebagai suatu hal yang normatif. Terdapat pandangan lain mengenai penanganan ledakan penduduk. Pandangan tersebut adalah pandangan realis. Pandangan realis mengemukakan bahwa cara terbaik untuk menangani ledakan penduduk adalah perang dan wabah penyakit. Realis menganggap bahwa cara tersebut sudah terbukti berhasil. Sebagaimana di Eropa, perang dunia telah berhasil membuat banyak korban yang berjatuhan sehingga pendudukpun berkurang. Sedangkan wabah penyakit, Afrika telah membuktikannya. Banyaknya wabah penyakit yang menyerang membuat penduduk Afrika banyak yang meninggal dunia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resources Crisis



Resources Crisis


Lingkungan merupakan sesuatu yang saling terhubung. Betapa tidak, bisa jadi suatu negara yang melakukan kerusakan lingkungan, maka akan berdampak keburukan yang sama. Setidaknya, banyak aspek yang akan saling terhubung. Salah satunya adalah ekonomi. Apabila salah satu negara terkena perubahan iklim, maka sumber daya yang dihasilkan akan cenderung menurun. Hasilnya adalah terganggunya hubungan ekspor-impor suatu negara. Salah satu bidang ekspor adalah bahan makanan. Setidaknya, bahan makanan yang biasa dikirim akan mengalami penurunan sehingga harga yang ditawarkanpun dapat menjadi lebih mahal. Terlebih lagi, hal tersebut akan berpengaruh kepada aspek air yang ada. Kualitas air akan menjadi menurun sehingga banyak orang yang terserang penyakit. Salah satu anak Kenya saja pernah ditanya bahwa mengapa salah satu di Kenya itu tidak sekolah. Lantas, anak tadi memberi penjelasan bahwa dirinya lebih mementingkan air untuk kehidupannya daripada sekolah.
Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat strategi yang dapat dilakukan. Strategi tersebut dibagi berdasarkan jenis negaranya. Jenis negara yang dimaksud adalah negara miskin, berkembang dan maju. Terdapat kata kunci yang dapat menjelaskan strategi untuk ketiga jenis negara tersebut, yaitu Kata kunci strategi untuk negara miskin adalah aksi, kata kunci strategi untuk negara berkembang adalah kebijakan, kata kunci strategi untuk negara maju adalah jalan hidup. Maksud dari aksi untuk strategi negara miskin adalah negara tersebut dapat meraih air dengan langsung mengerjakannya. Misalnya adalah meminta bantuan dari negara lain yang mampu membantu ataupun membantu para warga negaranya untuk mencari sumber mata air dan mendistribusikannya ke warga yang membutuhkan. Sedangkan, maksud dari kebijakan untuk strategi  negara berkembang adalah pemerintah diharapkan membuat suatu kebijakan untuk mendapatkan akses air yang lebih terjangkau. Contohnya adalah kebijakan Public Private Partnership (PPP). PPP dibuat untuk mengadakan suatu kerja sama dengan pihak swasta yang bertujuan untuk memudahkan pembangunan infrastruktur. Apabila pemerintah kurang sanggup untuk mengadakan infrastruktur dalam akses air, pemerintah dapat bekerja sama untuk membangun akses air dengan pihak swasta. Bukan hanya itu, pemerintah dapat membuat kebijakan untuk membeli air dari negara lain untuk keperluan hidup negara tersebut. Sedangkan, maksud dari jalan hidup untuk strategi negara maju adalah peran pemerintah untuk dapat membuat warga negaranya untuk dapat membuat warga negaranya menjadikan air bersifat penting sehingga dapat dijadikan jalan hidup bagi warga negaranya. Contohnya adalah pemberitahuan pada setiap keran bahwa tutuplah keran apabila tidak dipakai dan membuat sosialisasi terkait pentingnya menghemat air kepada setiap lapisan masyarakatnya. Ketiga strategi tersebut diperuntukkan untuk negara. Namun, hakikatnya tergantung dari individu masing-masing, apakah masih mau berbakti kepada lingkungan?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

A Little Information of REDD+

REDD+
 
Pada awalnya, dunia memiliki banyak hutan. Namun, hutan -hutan di dunia ditebang seiring berjalannya waktu. Hal tersebut menyebabkan suatu dampak yang buruk dalam dunia. Contohnya adalah perubahan iklim secara ekstrim. Terdapat suatu data yang menunjukkan bahwa terdapat tiga belas juta hektar hutan telah terdegradasi pada tahun 1990-2005. Terlebih lagi, hutan-hutan tersebut merupakan hutan tropis. Apabila dihitung perhari, maka akan dapat diketahui bahwa 200 km2 hutan telah terdegradasi. Namun, tidak ada penanaman kembali hutan yang telah ditebang. Hal tersebut dikarenakan salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi. Ternyata, perindustrian justru lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan dengan perkebunan dan perhutanan. Perindustrian menimbulkan suatu dampak, yaitu gas emisi. Gas emisi tentu berbahaya bagi lingkungan di dunia.
Atas dasar menurunnya penanaman kembali hutan dan degradasi hutan, maka dibentuklah REDD+. REDD+ merupakan suatu bentuk rezim dengan politik yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan dibuatnya agenda REDD+ dalam UN General Assembly dan Bali Action Plan of the United Nations Framework Convention (UNFCCC). REDD+ bekerja dalam level analisis sistem internasional. Hal tersebut dikarenakan REDD+ memiliki program, yaitu membuat pasar karbon. Jadi, negara yang menghasilkan karbon harus bayar kepada negara yang mempertahankan hutan di negara-negara yang mempertahankan kondisi hutannya. Dalam analisisnya, terdapat empat tantangan dalam menjalankan REDD+. Tantangan yang dimaksud adalah penekanan terhadap karbon, pembuatan keuangannya (berprestasi atau tidak), akuntabilitas, dan pembayarannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP)

The Comprehensive Development Framework merupakan salah satu usul dari Bank Dunia. Kebijakan CDF diharapkan dapat meurunkan kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. The Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP) merupakan salah satu implikasi dari prinsip Comprehensive Development Framework (CDF). PRSP menggabungkan antara kebijakan penurunan kemiskinan dan orientasi kepada pertumbuhan makroekonomi. Namun, PRSP mengalami beberapa tantangan untuk dapat mengaplikasikannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Arti Kemiskinan (Define of Poverty)


Kemiskinan

 

Pengertian kemiskinan memiliki banyak pengertian. Itu semua tergantung kepada perspektif penulis. Namun, pengertian kemiskinan pada tulisan ini terbagi ke dalam sebelas bagian. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut

 

a. Kebutuhan

Maksud dari kebutuhan adalah kemiskinan dapat diartikan sebagai kurangnya  barang-barang material dan jasa, seperti makanan, pakaian, ataupun bahan bakar. Barang-barang tersebut dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup seseorang dan berfungsi dalam masyarakat.

 

b. Standar hidup

Konsep kebutuhan dalam kemiskinan sering dihubungkan dengan standar hidup seseorang. Standar yang digunakanpun belum seluruhnya tepat sasaran. Contohnya adalah standar kemiskinan WHO. WHO mengatakan bahwa orang yang berpenghasilan kurang dari satu dollar perhari itu disebut orang miskin.

 

c. Sumber daya yang terbatas

Maksud kemiskinan dalam istilah Sumber daya yang terbatas adalah orang yang memililiki keterbatasan dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar. Maka apabila seseorang mendefinisikan kemiskinan dalam hal sumber daya yang terbatas, maka orang yang terkena disabilitas dapat dikatakan sebagai orang "miskin"

 

d. Kurangnya keamanan dasar

Suatu manusia dikatakan miskin, apabila manusia tersebut tidak memikul tanggung jawab untuk dirinya sendiri atau keluarganya. Tidak hanya itu, maksud kemiskinan dalam konteks kurangnya keamanan dasar adalah kurang atau tidak adanya kenikmatan dalam menikmati hak-hak dasar yang dia punya.

 

e. kurangnya jatah hidup

Kemiskinan dalam istilah "Kurangnya jatah hidup" dapat dikatakan apabila seseorang tidak diberikan hak-hak dasarnya. Apabila mengambil istilah "Kurangnya jatah hidup", secara umum, orang akan mengatakan bahwa orang tersebut miskin. Namun, tidak semua orang yang hak-haknya diambil itu merupakan orang miskin

 

f. Banyaknya hak-hak yang dicabut

Pengertian kemiskinan dalam hal banyaknya hak-hak yang dicabut merujuk kepada orang yang menderita dari suatu tatanan dalam periode tertentu. Dalam hal ini juga, kemiskinan tidak dapat dibatasi oleh satu aspek, contohnya adalah pendapatan. Namun, aspek yang lain juga berpengaruh, seperti tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.

 

g. Eksklusi

 

Arti kemiskinan dalam aspek "Eksklusi" adalah sebagai suatu bentuk hubungan sosial dimana orang tersebut terekslusi darai partisipasi dalam pola umum dalam kehidupan sosial

 

h. Ketidaksetaraan

Maksud dari kemiskinan dalam hal "Ketidaksetaraan" adalah konsidi dimana seseorang dirugikan dengan perbandingan dengan yang lain dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah masyarakat Indonesia dengan masyarakat Somalia. Perbandingan tersebut sangatlah kontras dimana orang-orang awam melihat masyarakat  Somalia merupakan masyarakat miskin.

 

i. Kelas

Kemiskinan dalam hal "kelas" dapat diartikan sebagai suatu grup yang dapat diidentifikasi oleh posisi ekonominya dalam suatu tatanan masyarakat.

 

j. Ketergantungan

Kemiskinan dalam hal "Ketergantungan" adalah suatu kondisi dimana seseorang menerima manfaat dari orang lain yang dia sendiri memaknai dirinya sendiri sebagai orang yang kurang bermakna.

 

k. Tidak diterimanya penderitaan

Kemiskinan dalam hal "Tidak diterimanya penderitaan" berisi suatu perampasan dan keadaan material seseorang yang dianggap tidak bisa diterima secara moral.

 

 


Daftar Pustaka



Spicker, P. (1969). Definition of Poverty: Eleven Clusters of Meaning. Sturt Road, Adelaide, Australia Selatan, Australia: Commowealth of Australia.

 


 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MDG's and Post MDG's


Millenium Development Goals

 

Millenium Develompent Goals adalah target-target waktu negara-negara unttuk dapat mengatasi masalah kemiskinan dari banyak dimensi. Nilai-nilai yang terkandung dalam Millenium Development Goals juga memiliki dasar, yaitu Hak Asasi Manusia yang terkandung ke dalam Universal Declaration of HUman Rights and the UN Millenium Declaration. Maka dapat dikatakan bahwa Millenium Development Goals bersifat penting. Namun, terdapat alasan lain yang mengatakan bahwa Millenium Development Goals itu penting. Alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut,

a. Pengungkit kebijakan pembangunan internasional

b. Menaikkan suatu arti ke kehidupan yang lebih produktif

c. Tujuan-tujuan Millenium Development Goals merupakan suatu kritik untuk keamanan global.

Millenium Development Goals sudah berakhir pada tahun 2015. Capaian Millenium Development Goalspun banyak. Diantaranya adalah sebagai berikut,

a. Lebih dari 500 juta orang selamat dari  kemiskinan yang parah

b. Lebih dari 300 juta orang selamat dari kelaparan

c. 30 juta anak lahir dengan selamat

d. 350 juta orang dapat minum air dengan aman

e. 650 juta  orang dapat merasakan keuntungan sanitasi yang bersih

f. Ratusan juta perempuan dan anak dapat hidup secara bebas

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pergeseran Paradigma Pembangunan

Proses perkembangan suatu negara tidak dapat berdiri sendiri. Terdapat banyak faktor untuk dapat membuat suatu negara berkembang. Hampir tidak ada negara yang dapat membuat negaranya berkembang secara independen. Salah satunya adalah aktor eksternal. Aktor eksternal yang dimaksud adalah organisasi Internasional seperti IMF, World Bank, dan Institusi Bretton Woods Namun, organisasi internasionalpun memiliki kepentingan tersendiri apabila suatu negara meminta bantuan.a Pada tahun 1980an, banyak negara berkembang mengalami krisis. Contohnya adalah negara-negara yang berada di Amerika Latin. Kemudian, Bretton Wood meresponnya dengan membuat liberalisasi ekonomi dengan mencanangkan istilah SAP (Structural Adjustment Program). Para pendukung Bretton Woods berpendapat bahwa apabila suatu negara melakukan liberalisasi ekonomi, maka negara tersebut akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik. Setelah sepuluh tahun kemudian, hasil liberalisasi ekonomipun muncul. Ternyata, liberalisasi ekonomi tidak memberikan dampak yang signifikan. Bahkan, wilayah Afrika memiliki hasil yang lebih parah dari sebelumnya. Kemudian, terdapat dua pendapat yang berbeda. Pendapat pertama berisi bahwa liberalisasi ekonomi bukan membuat ekonomi membaik tetapi liberalisasi ekonomi merupakan salah satu faktor yang membuat ekonomi negara megalami krisis. Pendapat kedua adalah liberalisasi ekonomi bukan suatu penyebab suatu negara mengalami suatu krisis ekonomi. Namun, keadaan internal suatu negara yang membuat perekonomian suatu negara menjadi krisis. Setelah itu, gagasan terbaru muncul pada akhir tahun 1990. Gagasan tersebut disebut dengan Comprehsive Development Framework (CDF). Orang yang mendukung gagasan CDF mengatakan bahwa gagasan CDF dapat mengatasi kemiskinan dan menjamin keberlanjutan dari performa ekonomi suatu negara.

Sedangkan IMF dan World Bank, kedua organisasi internasional terebut dibentuk pada tahun 1944 di New Hampshire setelah pertemuan Bretton Woods. Terdapat dua negara yang menciptakan IMF dan World Bank. Negara tersebut adalah Amerika Serikat dan Inggris. IMF dan Wolrld Bank dibentuk untuk membantu perekonomian negara berkembang. Pada tahun 1970, gagasan baru muncul. Gagasan tersebut adalah keynesianism. Keynesianism percaya bahwa dukungan terhadap intervensi ke suatu negara untuk memastikan progres ekonomi dan progres sosial. Pada tahun 1980an, pendekatan baru muncul. Pendekatan tersebut didasarkan atas teori ekonomi liberal neoklasik. Pada tataran praktis, pendekatan ini digunakan untuk mengonstruk suatu tatanan dunia baru. Pendekatan ini dibuktikan dengan dibuatnya The Washington Consensus. Washington Consesnsus merupakan suatu paket bentuk stuktural untukgara berkembang. Namun, Washington Consensus tidak bersifat netral. Ada kepentingan pihak Barat dalam Washington Consesnsus.Washington Consensus menjelaskan peran negara. Peran negara yang dimaksud adalah menjaga stabilitas makroekonomi dengan mengontrol inflasi dan menurunkan defisit fiskal, membuka pasar ke perdagangan internasional dan pergerakan modal, dan mempromosikan privatisasi dan deregulasi. Washington Consensuspun menyebar ke seluruh negara berkembang. Structural Adjustment merupakan salah satu Washington Consensus dalam hal meliberalisasi ekonomi. Kemudian, Post Washingtonpun datang. Post Washington mencoba untuk mendefinisikan hubungan antara pasar dan negara. Hubungan tersebut harus ada kesetaraan. Peran negara dalam Post Washington adalah meregulasi sistem finansial, menaikan keamanan sistem perbankan, dan menyediakan banyak uang untuk investasi. Setelah itu Comprehensive Development Framework, CDF memperhatikan tentang partnersip suatu strategi perkembangan. Partnership yang dimaksud terbai dalam dua level, yaitu eksternal dan internal. Internal meliputi hubungan negara dengan pemerintah, rakyat sipil, dna orang miskin. Sedangkan, eksternal meliputi hubungan negara dengan institusi internasional. Fokus dari CDF adalah penekanan terhadap penurunan terhadap rakyat miskin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS