APAPUN ADA DI SINI

ABIEEZZZ TDUWWRRR QOUWWHH TYYUUUZZSSHH MNNDDDIIIEEEHH TDAKQ YUPA MNGGOZZSSSOOKKQQ GIEYGIEYH

SALJU

DAUN

kursor

RSS
Home » Pergeseran Paradigma Pembangunan

Pergeseran Paradigma Pembangunan

Proses perkembangan suatu negara tidak dapat berdiri sendiri. Terdapat banyak faktor untuk dapat membuat suatu negara berkembang. Hampir tidak ada negara yang dapat membuat negaranya berkembang secara independen. Salah satunya adalah aktor eksternal. Aktor eksternal yang dimaksud adalah organisasi Internasional seperti IMF, World Bank, dan Institusi Bretton Woods Namun, organisasi internasionalpun memiliki kepentingan tersendiri apabila suatu negara meminta bantuan.a Pada tahun 1980an, banyak negara berkembang mengalami krisis. Contohnya adalah negara-negara yang berada di Amerika Latin. Kemudian, Bretton Wood meresponnya dengan membuat liberalisasi ekonomi dengan mencanangkan istilah SAP (Structural Adjustment Program). Para pendukung Bretton Woods berpendapat bahwa apabila suatu negara melakukan liberalisasi ekonomi, maka negara tersebut akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik. Setelah sepuluh tahun kemudian, hasil liberalisasi ekonomipun muncul. Ternyata, liberalisasi ekonomi tidak memberikan dampak yang signifikan. Bahkan, wilayah Afrika memiliki hasil yang lebih parah dari sebelumnya. Kemudian, terdapat dua pendapat yang berbeda. Pendapat pertama berisi bahwa liberalisasi ekonomi bukan membuat ekonomi membaik tetapi liberalisasi ekonomi merupakan salah satu faktor yang membuat ekonomi negara megalami krisis. Pendapat kedua adalah liberalisasi ekonomi bukan suatu penyebab suatu negara mengalami suatu krisis ekonomi. Namun, keadaan internal suatu negara yang membuat perekonomian suatu negara menjadi krisis. Setelah itu, gagasan terbaru muncul pada akhir tahun 1990. Gagasan tersebut disebut dengan Comprehsive Development Framework (CDF). Orang yang mendukung gagasan CDF mengatakan bahwa gagasan CDF dapat mengatasi kemiskinan dan menjamin keberlanjutan dari performa ekonomi suatu negara.

Sedangkan IMF dan World Bank, kedua organisasi internasional terebut dibentuk pada tahun 1944 di New Hampshire setelah pertemuan Bretton Woods. Terdapat dua negara yang menciptakan IMF dan World Bank. Negara tersebut adalah Amerika Serikat dan Inggris. IMF dan Wolrld Bank dibentuk untuk membantu perekonomian negara berkembang. Pada tahun 1970, gagasan baru muncul. Gagasan tersebut adalah keynesianism. Keynesianism percaya bahwa dukungan terhadap intervensi ke suatu negara untuk memastikan progres ekonomi dan progres sosial. Pada tahun 1980an, pendekatan baru muncul. Pendekatan tersebut didasarkan atas teori ekonomi liberal neoklasik. Pada tataran praktis, pendekatan ini digunakan untuk mengonstruk suatu tatanan dunia baru. Pendekatan ini dibuktikan dengan dibuatnya The Washington Consensus. Washington Consesnsus merupakan suatu paket bentuk stuktural untukgara berkembang. Namun, Washington Consensus tidak bersifat netral. Ada kepentingan pihak Barat dalam Washington Consesnsus.Washington Consensus menjelaskan peran negara. Peran negara yang dimaksud adalah menjaga stabilitas makroekonomi dengan mengontrol inflasi dan menurunkan defisit fiskal, membuka pasar ke perdagangan internasional dan pergerakan modal, dan mempromosikan privatisasi dan deregulasi. Washington Consensuspun menyebar ke seluruh negara berkembang. Structural Adjustment merupakan salah satu Washington Consensus dalam hal meliberalisasi ekonomi. Kemudian, Post Washingtonpun datang. Post Washington mencoba untuk mendefinisikan hubungan antara pasar dan negara. Hubungan tersebut harus ada kesetaraan. Peran negara dalam Post Washington adalah meregulasi sistem finansial, menaikan keamanan sistem perbankan, dan menyediakan banyak uang untuk investasi. Setelah itu Comprehensive Development Framework, CDF memperhatikan tentang partnersip suatu strategi perkembangan. Partnership yang dimaksud terbai dalam dua level, yaitu eksternal dan internal. Internal meliputi hubungan negara dengan pemerintah, rakyat sipil, dna orang miskin. Sedangkan, eksternal meliputi hubungan negara dengan institusi internasional. Fokus dari CDF adalah penekanan terhadap penurunan terhadap rakyat miskin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar