Virtual Volunteering merujuk kepada tugas-tugas para sukarelawan yang suda selesai. Namun dalam konteks ini, Virtual Volunteering merujuk kepada via internet dan komputer rumah atau kantor. Virtual Volunteering juga dapat dikatakan sebagai pelayanan dunia maya bagi para sukarelawan. Virtual Volunteering menyediakan akses yang luar biasa untuk penyediaan banyak jalan yang berguna dalam mendukung suatu kelompok, perwakilan non profit, sekolah, ataupun organisasi lainnya. Kemudian, timbul suatu pertanyaan bahwa mengapa harus menggunakan Virtual Volunteering. Banyak yang berpendapat mengenai hal tersebut. Intinya adalah akses internet lebih mempermudah suatu tugas daripada akses langsung. Terkadang, ada orang yang lebih menyukai berkomunikasi melalui media internet. Terlebih lagi, Virtual Volunteering menyediakan akses untuk mendukung lingkungan. Maksudnya adalah dengan akses internet sebagai komunikasi utamanya, gas-gas beracun seperti asap kendaraan tidak dimunginkan ada karena komunikasi dapat langsung dari komputer rumah atau kantor. Namun, tidak hanya itu, Virtual Volunteering juga mempermudah akses apabila salah seorang dari sukarelawan tidak dapat mobilisasi dengan normal atau disabilitas. Disamping itu, ternyata, orang yang berusia 20-30 tahunan menyukai komunikasi melalui media internet.
Setelah itu, timbul suatu pertanyaan bahwa apa yang dapat dilakukan oleh seorang sukarelawan. Terdapat dua kategori tugas utama dalam sukarelawan. Kategori tersebut adalah Technical Assistance dan Direct Contact with Clients. Technical Assistance lebih merujuk kepada pekerjaan teknis dalam suatu organisasi. Misalnya adalah membuat logo, mencari informasi berkaitan dengan kepentingan internal kelompok, dan mengelola website. Dalam hal ini, email sangatlah penting untuk melaporkan perkembangan kerja. Sedangkan, Direct Contact with Clients lebih merujuk kepada komunikasi kepada client yang dimiliki oleh suatu kelompok. Misalnya adalah mengadakan komunikasi dengan klien, entah via email ataupun face to face. Tidak hanya klien saja, para sukarelawan lain pun akan dijalin komunikasinya oleh orang yang bertugas di dalam kategori Direct Contact With Clients.
Setelah itu, penulis buku Virtual Volunteering mengharapkan bahwa bukunya dapat dimanfaatkan oleh orang yang benar-benar bisa mengelola website dan telah melakukan pertemuan face to face dengan sukarelawan lainnya, setidaknya mengerti tentang prinsip dasar mengenai sukarelawan dan telah mengetahui cara kerja sukarelawan dengan cara tradisional. Penting juga untuk selalu menyediakan akses internet dalam menjalankan aplikasi Virtual Volunteering.
Tidak sembarang kelompok dapat siap menjalankan Virtual Volunteering, terdapat beberapa kriteria yang harus terpenuhi. Organisasi setidaknya sudah berhasil melakukan pengadaan sukarelawan dan kualitas yang dimiliki oleh para sukarelawan patut diperhitungkan seperti komitmen dan tanggung jawab dalam menjalankan kelompoknya ini. Hal tersebut dikarenakan suatu organisasi bagus bukan dari keuangannya. Namun, kualitas dan sistem yang ada di organisasi tersebut.
Tidak semua organisasi dapat dikatakan berhasil dalam melakukan pengaturan sukarelawan. Terdapat 13 elemen yang harus dipenuhi, apabila organisasi tersebut bisa untuk dikatakan sukses dalam pengaturan sukarelawan. 13 elemen tersebut adalah,
1. Planning and resource allocation
2. Volunteer work design
3. Recruitment/Public relations
4. Interviewing, screening, and matching
5. Orientation
6. Training
7. Volunteer/employee relations
8. Coordination
9. Supervision
10. Evaluation
11. Recognition
12. Recordkeeping and reporting
13.Volunteer input
Dalam Virtual Volunteering, terdapat derakat dalam Virtuality. Derajat-derajat tersebut terbagi ke dalam lima level. Level-level tersebut adalah,
1. Mendapatkan informasi dari internet
2. Berinteraksi dengan individu-individu secara online
3. Memasang informasi di internet
4. Mengintegrasikan cyberspace dengan tugas sukarelawan di dunia nyata
5. Virtual Volunteering
Home »
Virtual Volunteering
Virtual Volunteering
06.43 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar