APAPUN ADA DI SINI

ABIEEZZZ TDUWWRRR QOUWWHH TYYUUUZZSSHH MNNDDDIIIEEEHH TDAKQ YUPA MNGGOZZSSSOOKKQQ GIEYGIEYH

SALJU

DAUN

kursor

RSS
Home » Migrasi dan Urbanisasi

Migrasi dan Urbanisasi



Urbanisasi merupakan suat dampak yang biasa ditemukan di suatu negara. Namun, hal tersebut dapat menjadi suatu hal yang berbahaya. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya pengangguran yang ada di kota. Urbanisasi itu sendiri merupakan salah satu istilah dari migrasi. Migrasi dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk. Migrasi terbagi menjadi dua, yaitu domestik/urbanisasi dan internasional. Terdapat suatu hal perbedaan yang membedakan antara migrasi domestik dan migrasi internasional. Hal tersebut adalah jarak yang ditempuh untuk berpindah. Migrasi domestik berpindah ke daerah lain, tetapi masih dalam negara tersebut. Sedangkan, migrasi internasional berarti perpindahan penduduk keluar negara asal (melewati batas teritori suatu negara).
    Urbanisasi memiliki suatu akar yang melatarbelakangi hal tersebut. Akar tersebut terbagi menjadi dua, yaitu berasal dari negara asal (push) dan negara tujuan (pull). Akar yang melatarbelakangi dari negara asal itu bermacam-macam, seperti ekonomi, kemananan, bencana alam/lingkungan, akses, dan fasilitas yang kurang memadai. Dalam hal ekonomi, penduduk asal merasa bahwa perekonomian dirinya itu kurang mencukupi bagi kehidupan sehari-harinya. Terlebih lagi, dia menganggap bahwa penghasilannya di negara asal itu kurang cukup untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari. Dalam hal keamanan, penduduk asal merasa kurang aman bertempat tinggal di negaranya. Banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut, seperti perang dan tingkat kriminalitas yang tinggi di negaranya. Dalam hal bencana alam/lingkungan, penduduk asal merasa bahwa lingkungannya benar-benar tidak dapat dijadikan tempat tinggal karena bencana alam atau kerusakan lingkungan sehingga mengharuskan penduduk asal tersebut pindah tempat (migrasi). Dalam hal akses dan fasilitas yang kurang memadai, penduduk asal merasa bahwa pelayanan negara masih kurang dalam pemenuhannya sehari-hari dalam berbagai aspek. Misalnya adalah akses air yang sulit dan pendidikan yang mahal.
    Sedangkan, akar yang melatarbelakangi dari negara tujuan itu berbeda dengan akar yang melatarbelakangi dari negara asal. Akar yang melatarbelakangi dari negara tujuan adalah ekonomi, politik, ikut suami, dan geografi. Dalam hal politik, penduduk akan melihat bahwa negara tujuan merupakan negara yang memiliki kehidupan poitik yang lebih baik daripada negaranya sendiri. Dalam hal ekonomi, penduduk akan melihat bahwa negara tujuan akan menjamin perekonomiannya menjadi lebih baik, entah gaji yang lebih tinggi daripada negara asal. Dalam hal ikut suami, penduduk asal telah dinikahi oleh salah seorang dari negara tujuan sehingga penduduk asal harus ikut hidup bersama di negara tujuan. Dalam hal geografi, penduduk asal melihat bahwa geografi yang ada di perkotaaan itu lebih baik daripada dari negara asal, seperti halnya tempat rekreasi ataupun fasilitas yang lebih lengkap daripada di negara asal.
    Indonesia memiliki tipe migrasi, yaitu tipe industrialisasi. Maksud dari tipe industrialisasi adalah hampir seluruh kegiatan di suatu negara itu terpusat di kota, seperti roda perekonomian dan politik. Maka tidak heran, kalau halnya para elit pemerintah Indonesia mengambil kebijakan yang bersifat urban bias. Urban bias dapat diartikan sebagai kebijakan yang diambil hanya terfokus kepada ranah kota saja. Contohnya adalah UMR. Terdapat peraturan yang menyatakan UMR buruh di setiap daerah. Namun, pemerintah kurang memikirkan UMR bagi para petani dan nelayan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar