Xilanase
secara umum dapat dihasilkan dari jenis mikroorganisme golongan kapang dan
bakteri. Aspergillus dan Trichoderma merupakan golongan kapang
yang mampu menghasilkan xilanase, sedangkan Bacillus
dan Clostridium sendiri golongan
bakteri penghasil xilanase [8]. Pemanfaatan kapang Trichoderma viride untuk menghasilkan xilanase dapat dilakukan
dengan proses fermentasi, dimana kapang ini memiliki kelebihan dibanding kapang
lainnya yaitu mampu tumbuh lebih cepat di berbagai substrat, mudah berkembang
biak, mampu berkembang biak pada pH asam (3.5-6.5) dan tidak menimbulkan residu
kimia [9]. Selain itu Trichoderma viride
mampu menghasilkan enzim xyloglukanolitik disamping menghasilkan enzim
selulotik lengkap, sehingga pemecahan selulosa akan lebih mudah [10].
Trichoderma
viride dikenal sebagai penghasil enzim endo-1,4-β-xilanase yang dapat
mendegradasi polimer polisakarida kompleks seperti xilan [11]. Selain itu, Trichoderma viride juga memproduksi
spora dengan cara mitosis (aseksual), hidup pada bahan-bahan organik yang telah
mati atau tumbuh langsung pada kayu yang komposisi dasarnya adalah selulosa.
Diameter dari Trichoderma viride
mampu mencapai lebih dari 5 cm dalam kurung waktu 9 hari. Berikut merupakan
kedudukan Trichoderma viride dalam
taksonomi [12]:
Tabel 2.1
Taksonomi Trichoderma viride
|
Kingdom
|
Fungi
|
|
Divisio
|
Amastigomycota
|
|
Subdivisio
|
Deuteromycota
|
|
Kelas
|
Deuteromycetes
|
|
Ordo
|
Moniliales
|
|
Famili
|
Moniliaceae
|
|
Genus
|
Trichoderma
|
|
Spesies
|
Trichoderma
viride
|






0 komentar:
Posting Komentar