APAPUN ADA DI SINI

ABIEEZZZ TDUWWRRR QOUWWHH TYYUUUZZSSHH MNNDDDIIIEEEHH TDAKQ YUPA MNGGOZZSSSOOKKQQ GIEYGIEYH

SALJU

DAUN

kursor

RSS
Home » Amobilisasi

Amobilisasi

Amobilisasi merupakan proses pemeliharaan, pengendalian dan pertumbuhan pada enzim, organel ataupun sel. Amobilisasi enzim sendiri merupakan proses penahanan pergerakan molekul enzim pada tempat tertentu dalam suatu ruang reaksi kimia yang dikatalisnya [26]. Amobilisasi enzim sendiri terbagi menjadi beberapa metode diantaranya metode penjeratan (entrapping), metode pengikatan pada penyangga (carrier binding), dan metode pengikatan silang (crosslingking) [27] :

1.      Metode Penjeratan (entrapping)
Metode penjeratan merupakan metode dimana enzim secara langsung dijerat kedalam matriks polimer atau dibungkus dalam membran semipermeable dengan erat sehingga enzim menjadi tidak bebas dan menjalankan fungsi katalitiknya dalam kisi-kisi polimer tersebut. Metode penjeratan sendiri terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe kisi dan tipe mikrokapsul. Sarana penempatan enzim dapat berbentuk serabut kapiler atau mikrokapsul dan berbentuk gel.

2.      Metode Pengikatan pada Penyangga (carrier binding)
            Enzim pada metode ini akan diikat pada matriksss yang tidak larut dalam air. Luas permukaan diameter pori matriks merupakan muatan enzim. Pada metode ini, terbagi lagi menjadi tiga jenis yaitu adsorpsi fisik, ikatan ionik dan ikatan kovalen. Permukaan padat digunakan pada metode adsorpsi, dimana enzim menempel pada permukaan matriksss. Metode ini memang mudah dilakukan namun enzim mudah dirusak enzim proleotik karena ikatan dan pH enzim dapat berubah. Selanjutnya pada ikatan ionik, enzim yang memiliki gugus karboksilat bermuatan negatif akan berikatan membentuk ikatan ionik dengan gugus amino pada matriks yang bermuatan positif. Sedangkan pada ikatan kovalen, enzim berikatan dengan matriks yang tidak larut dalam air dan ikatan yang terbentuk bersifat kuat.

3.      Metode Pengikatan Silang
Metode ini didasarkan pada pembentukan ikatan kovalen antara enzim dan matriks. Enzim saling berikatan silang membentuk ikatan melintang dengan pereaksi bifungsional ataupun multifungsional seperti glutaraldehid. Kelemahan metode ini yaitu adanya distorsi dari konformasi enzim selama proses ikatan silang dan adanya penurunan aktivitas enzim yang disebabkan perubahan konformasi ezim.

Tujuan dilakukannya amobilisasi enzim adalah menambah daya tahan enzim terhadap lingkungan seperti pelarut, pH, temperatur dan penggunaan kembali enzim tersebut secara kontinu [28]. Selain itu amobilisasi enzim juga meningkatkan stabilitas enzim xilanase karena jenis enzim xilanase tidak stabil terhadap lingkungan [23].
Enzim amobil memiliki kelebihan daripada enzim bebas, diantaranya adalah mudah dipindahkan dari campuran reaksi dan bisa digunakan secara berulang kali [35]. Selain itu enzim amobil lebih stabil, lebih tahan terhadap serangan protease [30] dan mudah dipisahkan dari campuran [29].
            Matriks merupakan salah satu bagian terpenting dalam amobilisasi enzim, sehingga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi amobilisasi enzim. Matriks sangat penting dalam penentuan kinerja sistem amobil, dimana karakter matriks yang mendukung sistem amobil ialah ketahanan fisik terhadap serangan mikroba ketahanan kompresi, hidrofilik dan biokompabilitas [32]. Selain itu, faktor yang mempengaruhi amobilisasi enzim adalah lama pengocokan, hal ini dikarenakan jika lama pengocokan dan konsentrasi enzim optimum makan jumlah enzim teradsorpsi dan aktivitas enzim amobil juga akan maksimum [23].

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar