APAPUN ADA DI SINI

ABIEEZZZ TDUWWRRR QOUWWHH TYYUUUZZSSHH MNNDDDIIIEEEHH TDAKQ YUPA MNGGOZZSSSOOKKQQ GIEYGIEYH

SALJU

DAUN

kursor

RSS
Home » Literature Review IV

Literature Review IV


Securitisation: Taking stock of a research programme in Security studies.
Ole Waefer

Pada awalnya, pengarang memulainya dengan memberi sub-judul yang berjudul "Menilai teori dan program penelitian atau melanjutkan perang paradigma".  Dalam sub-judul tersebut, Ole Waefer mengatakan bahwa seseorang telah salah pengertian terkait paradigma. Ketika menilai suatu teori, fokus sebaiknya tidak pada asumsinya melainkan itu bekerja sesuai dengan teori dan terutama kita sebaiknya tidak mendasarkan pernyataan kita pada kesalahan yang disebabkan oleh kesalahan interaksi (hubungan).
Setelah itu, pengarang memaparkan suatu sub-judul lagi yang berjudul "sekolah dan debat dalam studi keamanan - Timur dan Baratnya Atlantik. Pengarang menceritakan terkait pelajaran hubungan internasional yang menampilkan pembagian derajat yang luar biasa antara perkembangan teoritis Eropa dan Amerika. Setelah itu, pengarang menjelaskan perbedaan teoritis Eropa dan Amerika.
Kemudian, pengarang membuat sub-judul mengenai the Copenhagen School. Dalam sub-judul tersebut, pengarang memberikan penjelasan mengenai the Copenhagen School. Terdapat tiga ide utama dalam the Copenhagen School. Namun, pengarang mengatakan bahwa dirinya akan lebih fokus pada salah satu dari ide tersebut, yakni sekuritisasi.
Setelah itu, penulis menjelaskan terkait sub-judul baru, yakni Wideners vs tradisionalis-third way. Dalam sub-judul tersebut, penulis mengungkapkan terkait debat antara "Wideners vs traditionalists". Adapun terkait tema yang diambil adalah pengertian sempit dan luas dari konsep keamanan.
Kemudian, pengarang memberikan suatu sub-bab lagi. Judulnya adalah "But what is security?" Dalam sub-bab tersebut, pengarang menjelaskan terkait pengertian mengenai "security". Kemudian, pengaraang juge menjelaskan terkait sekuritisasi. Tidak hanya itu, penulis juga memberika penjelasan mengenai konsep-konsep kunci mengenai sekuritisasi.
Setelah itu, pengarang membuat sub-judul lagi yang diberi nama "Securitisation and De-securitisation". Dalam sub-judul ini, penulis berusaha untuk memberikan suatu penjelasan lebih detail terkait sekuritisasi dan de-sekuritisasi. Tidak hanya itu, penulis juga menggambarkan peta konsep mengenai konsep keamanan dari dua ke tiga.
Kemudian, penulis menampilkan kembali sub-judul yang baru, yakni "Facilitating conditions of the security speech act". Dalam sub judul tersebut, pengarang menjelaskan terkait kondisi-kondisi yang mudah dalam "security speech act". Dalam penjelasannya, pengarang menyebutkan tiga kondisi  mudah dalam sekuritisasi.
Setelah itu, pengarang menampilkan sub-judul baru, yakni "Deepening our understanding of security dynamics through sectors. Dalam sub-judul tersebut, pengarang berusaha untuk menjelaskan pengertian "security" dalam beberapa sektor. Adapun sektor yang dibahas adalah masyarakat, politik atau militer, ekonomi, dan lingkungan. Dalam penjelasannya, pengarang juga membuat peta konsep mengenai penjelasannya tersebut.
Kemudian, pengarang menampilkan sub-judul baru, yakni "But the real threats ....?" Dalam penjelasan tersebut, pengarang menjelaskan terkait ancaman sesungguhnya dalam konsep keamanan. Pengarang menyebutkan bahwa keamanan itu sendiri merupakan masa depan. Hal terpenting yang dilakukan sekarang adalah menanyakan kepada diri sendiri apakah kita itu aman dan ancamannya itu apa saja. Pengarang juga memberikan dua pengandaian. Pertama adalah apabila kita tidak berbuat apa-apa, maka hal tersebut merupakan suatu ancaman. Sedangkan, Yang kedua adalah apabila kita mengerjakan suatu sebagaimana yang direkomendasikan, maka hal tersebut merupakan suatu bentuk bertahan.
Setelah itu, pengarang menampilkan sub-judul kembali, yakni, "What research question can the theory deal with?". Dalam pembahasan dalam sub-judul tersebut, pengarang berusaha untuk menampilkan dan menjelaskan pertanyaan lanjutan atau pertanyaan kritis terkait teori sekuritisasi. Dalam pembahasan kali ini, pengarang menyebutkan sekitar enam topik terkait hal-hal yang kurang diperhaatikan dalam teori sekuritisasi.
Kemudian, penulis menambahkan kembali sub-judul yang baru. Sub-judul tersebut berjudul "More immediate political usage". Dalam sub-bab tersebut, pengarang berusaha untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan politik dalam teori sekuritisasi. Pengarang menyebutkan tiga kegunaan politik dalam teori sekuritisasi. Pertama berada dalam hubungannya. Hal tersebut bertujuan untuk mengatur konstelasi keamanan. Kedua adalah menambah makna politik dalam tanggung jawabnya di ranah praktisi dan analis. Sedangkan, ketiga adalah untuk memperjuangkan "speech act" secara langsung.
Kemudian, pengarang berusaha untuk menampilkan sub-judul baru, yakni "Strengths, weaknesses, and further development of the theory". Dalam sub-bab tersebut, penulis menuliskan penjelasan dari sub-judul tersebut, serta tujuh pihak yang mengkritik terkait teori sekuritisasi.

Setelah itu, pengarang menyimpulkan hasil penelitiannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar