Aktivitas
enzim dipengaruhi oleh konsentrasi substrat, aktivator dan inhibitor,
konsentrasi enzim, temperatur, dan pH. Pengukuran aktivitas untuk enzim
xilanase dapat dilakukan dengan mengukur jumlah produk (xilosa) yang terbentuk
menggunakan metode spektrofotometri dengan menggunakan reagen DNS. Glukosa
mampu mereduksi DNS karena memiliki gugus aldehid yang terletak pada rantai
karbon nomor satu pada xilosa dan dapat dioksidasi oleh reagen DNS menjadi
gugus karbosil. Reaksi ini membentuk senyawa berwarna merah kecoklatan, ketika
dalam suasana basa sebagai asam-3-amino-5-nitrosalisilat dan dalam suasan asam
sebagai asam xilonat. Absorbansi dari kompleks warna tersebut dapat diukur
dengan menggunakan spektrofometer pada panjang gelombang visible [25].
Perubahan pH lingkungan sangat mempengaruhi sisi aktif enzim dalam
membentuk kompleks enzim substrat karena enzim dapat berbentuk ion positif, ion
negatif ataupun bermuatan ganda. pH terlalu
rendah maupun terlalu tinggi dapat mengakibatkan denaturasi enzim yang
mengakibatkan penurunan aktivitas enzim [22]. Aktivitas enzim juga dipengaruhi
oleh konsentrasi substrat dimana reaksi akan semakin cepat apabila konsentrasi
substrat bertambah, namun terdapat konsentrasi substrat yang optimum dimana
jika konsentrasi substrat yang diberikan sudah melebihi optimum maka tidak akan
menaikkan kecepatan reaksi dimana batas kecepatan kecepatan reaksi maksimum ini
disebut Vm [4]. Temperatur juga menjadi salah satu faktor aktivitas enzim,
dimana temperatur yang terlalu tinggi akan menyebabkan aktivitas enzim menjadi
tinggi pula, sedangkan temperatur yang terlalu rendah menyebabkan aktivitas
enzim menjadi rendah pula [23]. Penambahan ion Ca2+ akan
meningkatkan aktivitas enzim, sehingga penambahan ion ini menjadi salah faktor
aktivitas enzim. Hal ini dikarenakan ikatan yang terbentuk antara enzim dan ion
logam atau substrat dan ion logam tidak terlalu kuat, sehingga tidak
menyebabkan perubahan konformasi enzim [24].






0 komentar:
Posting Komentar