APAPUN ADA DI SINI

ABIEEZZZ TDUWWRRR QOUWWHH TYYUUUZZSSHH MNNDDDIIIEEEHH TDAKQ YUPA MNGGOZZSSSOOKKQQ GIEYGIEYH

SALJU

DAUN

kursor

RSS
Home » Bagaimana Facebook Dapat Mengubah Dunia

Bagaimana Facebook Dapat Mengubah Dunia

Bagaimana Facebook Dapat Mengubah Dunia

Hal tersebut diawali dari Tunisia. Ada orang yang tidak suka dengan rezim yang ada saat itu. Rezim pada saat itu sangatlah absolut. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan masa kekuasaannya yang langgeng hingga 24 tahun. Pada awalnya, orang ini tidak ditanggapi serius oleh pemerintah. Namun, dia langsung bertindak nekat dengan membakar dirinya sendiri. Dia adalah Mouhammad Bouzisi. Dia adalah warga negara Tunisia yang menjadi korban penyelewengan kekuasaan pemerintah. Dia itu stres karena dia tidak mempunyai uang, kerja dan prospek yang jelas. Terlebih lagi, negara tidak dapat hadir dalam kejadian tersebut. Namun, setelah Mouhammad Bouzisi membakar diri, banyak warga Tunisia untuk ikut andil dalam revolusi di negaranya. Mereka semua ingin agar pemerintah yang berkuasa itu demisioner.
Perlu diketahui juga kalau Tunisia memiliki dua juta orang yang memiliki koneksi internet. Hal tersebut menyebabkan informasi yang awalnya hanya di Sudi Bouzia, tersebar luas ke warga Tunisia lain. Terlebih lagi, ibu kota Tunisi yakni, Tunis itu merasa damai dan tentram. Namun, Sudi Bouzan mengalami kericuhan yang amat sangat. Ada sekitar 69% warga Tunisia yang memakai handphone. Sedangkan, handphone itu sendiri semakin lama semakin bagus. Jadi, informasi tersebar secara masif. Dari situ, banyak aktivisi disekitar Tunisia. Namun, polisipun sudah menempatkan dirinya di suatu tempat strategi di sekeliling kota. Setiap ada bentrok antara polisi dengan warga, Ben Ali selalu memberikan kesempatan bagi para militernya untuk menembakan water cannon dan gas air mata. Hal tersebut membuahkan hasil. Walaupun, setidaknya, ada 150 orang meninggal dunia dalam protes tersebut. Lama kelamaan, Ben Alipun sadar dengan mengumumkan adanya kebebasan politik, demokrasi, dan pluralisme. Tidak lama kemudian, Ben Ali mengundurkan diri dari kursi presidennya. Protes teresebut berlangsung selama 28 hari.

Kejadian tersebut mengakibatkan negara-negara lain di Timur Tengah ingin memerdekakan dirinya dari rezim yang absolut. Mesir adalah negara yang terpengaruh selanjutnya. Mesir yang dipimpin oleh Hosni Mubarak terkenal dengan rezimnya yang absolut. Dengan melihat peristiwa di Tunisia, para aktivis revolusi menjalin komunikasi lewat internet pada awalnya. Mereka yakin bahwa Mesir dapat menjadi negara yang tidak dipimpin oleh rezim yang absolut lagi. Hal tersebut dibuktikan dengan ada salah seorang warga Mesir yang disiksa sampai mati karena melawan rezim Hosni Mubarak. Dia adalah Khalid Sayyid. Berita tersebut tersebar ke seluruh Mesir.  Terlebih lagi, para pejabat negara di Mesir terkenal suka melakukan korupsi. Masyrakat Mesirpun mulai geram. Asmaa Mahfoud merupakan tokoh yang pertama kali mendeklarasikan revolusi lewat akun facebooknya. Asmaa Mahfoud membuat banyak pergerakan di internet. Intinya adalah revolusi di Mesir. Ternyata, pengguna akun media sosial seperti facebook dan twitter di Mesir bisa mencapai 5 juta akun. Semuanya mendapatkan ajakan Asmaa Mahfoud. Ternyata, cara tersebut berhasil. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya demo besar-besaran yang dilakukan pada tanggal 25 Januari 2011. Ternyata, demo tersebut didukung oleh banyak orang dan organisasi seperti muslim brother youth Mesir. Karena demo semakin ricuh, polisipun menembakkan water cannon dan gas air mata. Peristiwa tersebut membuat Hosni Mubarak khawatir. Terlebih lagi, pihak Amerika Serikat masuk untuk menemui Hosni Mubarak. Hillary Clinton dan Obama adalah tokoh Amerika Serikat yang datang ke Mesir. HIllary Clinton datang ke Mesir bermaksud supaya diadakannya kebebasan penggunaan internet. Sedangkan, Obama membahas isu-isu yang lain. Namun, kedatangan Obama membawa pengaruh besar. Para aktivis yang awalnya hanya menjalin komunikasi di internet turun ke jalan. Banyak dari warga Mesir untuk menuntut haknya. Pada saat itu, demo tersebut sudah mencapai puncaknya. Hal tersebut membuat polisi menjadi marah dan mengeluarkan senapannya untuk menembak para demonstran yang anarkis. Dengan kejadian tersebut, Hosni Mubarakpun angkat bicara. Dia menyatakan bahwa dia ingin mempertahankan rezimnya. Demo tersebut sungguh sulit. Hal tersebut dikarenakan militer Mesir cukup kuat. Anggaran militernya saja dapat mencapai 3 juta dollar Amerika Serikat pertahun. Maka dari itu, banyak demonstran yang berdemo menggunakan unta. Dari peristiwa demo tersebut, banyak video yang dibuat dan diupload ke internet. Hal tersebut membuat banyak desakan masyarakat internasional yang ditujukkan kepada Hosni Mubarak. Terlebih lagi, Obama angkat bicara terhadap persoalan tersebut. Dari kejadian tersebut, Hosni Mubarakpun menyatakan pengunduran dirinya sebagai presiden. Hal tersebut membuat warga Mesir bahagia, bersyukur, dan bersujud sehingga banyak di perkotaan Mesir mengadakan pesta atas pengunduran diri Hosni Mubarak. Namun, peristiwa tersebut tidak berhenti. Informasi-informasi, video-video, pergerakan-pergerakan revolusi terus menyebar ke daratan Arab. Hal tersebut membuat warga di negara lain seperti Libya, Yaman, dan Suriah ingin melakukan hal yang sama.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar